“belajar diwaktu kecil bagaikan mengukir di atas batu, belajar sesudah dewasa bagaikan mengukir di atas air”
demikianlah kata pepatah itu diungkapkan
oleh guru Madrasah tsanawiyah Sukasari. pada waktu itu adalah pelajaran
matematika, pelajaran yang aku benci dan gak suka, bahkan bagiku lebih
menakutkan daripada setan. pak guru maksudnya memberikan semangat dan
sekaligus motivasi bagi kami untuk terus belajar sedikit demi sedikit
agar bisa, daripada menyesal nanti kemudian.
penyesalan memang tidak diawal melainkan
diakhir. perkataan itulah yang sampai saat ini aku dengar dan sekaligus
menjadi kata-kata penggugah bagi diriku di saat sedang malas-malasan.
saya kira semua manusia wajar dengan sifat malas dan semua orang pasti
pernah merasakan dan mengalaminya, apalagi ketika dalam titik
jenuh/bosan.
saat ini saya duduk di bangku SMA kelas
X. rumus-rumus yang pernah diajarkan oleh guru saya telah lupa semua dan
hampir dipastikan tak ada satupun yang saya ingat [jujur]. saya
menyadari bahwa kelak satu tahun kedepan saya akan belajar tentang
hitung-hitungan lagi. mau tak mau maka harus saya ingat lagi rumus-rumus
tersebut. semoga saja buku-buku tersebut masih ada, dan tersimpan rapi
di rak buku yang kau simpan di rumah.
ini ceritaku, mana ceritamu..??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar